Minggu, 29 Juli 2012

0 Memilih Masterbuss Compressor

Gambar 1. Berbagai jenis masterbuss comp
 Masterbuss compressor merupakan salah satu fenomena yang unik dan menarik di dunia mixing audio. Kenapa saya sebut menarik? Karena hal ini sangat sering dilakukan oleh para mixing engineer tetapi namun kurang disukai oleh para mastering engineer, apalagi bila  setting compressor di set infinite a’la limiter dan menyisakan sangat sedikit headroom untuk mastering engineer. Dipastikan mastering engineer anda akan mencak-mencak :p.

Hasil mix yang melewati masterbuss comp akan lebih terasa excitement nya, lebih terasa groove nya, dan lebih punch nya. Tentu hal ini juga bergantung pada materi lagu, pemilihan jenis compressor, cara pemakaian dan setting compressor itu sendiri.

Hasil mix yang melewati masterbuss comp akan lebih terasa excitement nya, lebih terasa groove nya, dan lebih punch nya. Tentu hal ini juga bergantung pada materi lagu, pemilihan jenis compressor, cara pemakaian dan setting compressor itu sendiri.
 
Cara pemakaian masterbuss compressor ada 3 yang umum,

  1. Mixing melewati Masterbuss compressor. Masterbuss compressor diaktifkan sejak awal dan kita mixing thru masterbuss comp itu sendiri. Keunggulan teknik ini adalah karakter yang lebih terdengar dan attitude yang lebih pas. Perlu diperhatikan disini bahwa pemilihan compressor yang lazim dan berbeda-beda sesuai genre musik itu sendiri sangat penting. Anda tentu tidak mau mix metal anda terdengar kempes di frekuensi lo mid!
  2. Masterbuss compressor di akhir. Hasilnya biasanya lebih transparan dan lebih fokus terhadap kontrol dinamik hasil mix. Yang perlu diperhatikan adalah ketika kita memasang masterbuss comp, maka seluruh track akan melewati compressor dan bisa saja merubah balance yang ada
  3. Tanpa masterbuss compressor sama sekali.
Gambar 2. Manley Vari-mu. Compressor wajib untuk genre pop
Pemilihan jenis dan setting masterbuss compressor pun berbeda-beda tiap genre. Lazimnya jenis compressor yang dipilih adalah jenis VCA atau optic. Tidak selalu seperti ini namun biasanya saya mulai dari sini untuk selanjutnya tweaking lebih dalam sesuai lagu
  • Untuk jenis musik Funk, biasanya yang ingin ditonjolkan adalah bass dan drum. Maka perlu setting attack yang slow, release yang fast dan ratio yang moderate untuk mengekspose groove dari musik tersebut. Bisa dimulai dari Attack 30ms, release 0.1 – 1ms tergantung tempo dengan ratio 2:1. Jaga Gain reduction sekitar 2-3 db
  • Untuk jenis musik Rock, biasanya ingin ditonjolkan adalah glue dan wide. Maka pilihlah  compressor yang tidak menyempitkan lapang stereo anda. A 30-10ms R0.1-1ms atau auto release. Fitur sidechain sendiri sangat berguna untuk mengeluarkan frekuensi sub agar kick yang menderu tidak menganggu balance keseluruhan track. Jaga gain reduction tidak lebih dari 3 db
  • Untuk jenis musik Dance, yang ingin dicapai biasanya gain maksimal dan punch. Pilih compressor dengan karakter transparan dan punch. A 30ms R0.1ms dengan gain reduction sampai 5 db. Fitur parallel compression akan sangat berguna dalam menjaga agar compression bisa maksimal dengan less artifact
  • Untuk pop biasanya ingin dicapai adalah glue dan enhance. Pilih biasanya jenis compressor tube dengan karakter smooth. A 30-10ms R 1-2 ms atau auto release. Gain Reduction 1-2db
Pemakaian Masterbuss compressor sendiri jangan diandalkan untuk mendapatkan balance, karakter ,dan glue. Balance dan glue harus dimulai sejak compression setiap channel dilakukan, masterbuss comp hanya sebagai topping agar dinamika dan karakter lagu “keluar” dengan sempurna.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Viruz Legowo Profesional Audio Mixing Copyright © 2012 - |- Template Modified by A.M - |- Powered by Komunitas Blogger Madura