Selasa, 18 September 2012

0 Mengetahui apa itu limiter beserta fungsinya

Seperti halnya efek Compressor, efek Limiter juga bekerja memproses sinyal audio dan berfungsi mengurangi rentang dinamis audio signal. Compressor dan Limiter juga memiliki interface dan knob-knob yang serupa, seperti Treshold, Ratio, Input, Output, Gain, Attack dan Release.

Limiter juga masih termasuk dalam kategori Compressor, Definisi sederhana dari compressor dan limiter menurut Fry adalah: Basically what these do is keep an eye (or should that be ear?) on signal levels, stopping them from getting any louder than the level you set (the Threshold). A compressor puts a gentle ?squeeze? on excess level, whereas a limiter hits it on the head with a hammer.

Fungsi limiter seperti namanya, yaitu me-limit/membatasi signal audio, biasanya digunakan untuk membuat output yang konstan, sinyal input akan dibatasi dengan threshold dan output akan dibesarkan sesuai kebutuhan. Compressor juga dapat bertindak sebagai Limiter ketika rasio kompresi kompresor melebihi 10:1.


limiting_curve
Merujuk kepada diagram diatas, sinyal yang melebihi threshold dikurangi hingga ke tingkat threshold sehingga sinyal tidak pernah melewati limit. Alat ini terkadang digunakan untuk melindungi peralatan dari sinyal tajam yang bersifat merusak. Namun, solusi ini mengakibatkan distorsi berat karena kerja limiter berlaku seperti penjenuhan.

Seperti pada artikel Tentang Compressor dan Fungsinya, berikut fungsi parameter-parameter yang ada pada Limiter:

Threshold
Ambang batas compressor mulai berkerja atau aktif. Contoh: jika compressor disetting thresholdnya pada angka 0 artinya si compressor akan aktif atau belertja disaat sinyal menyentuh angka 0dB, tapi jika sinyal tidak menyentuh angka 0 berartis si compressor belum bekerja.

Ratio
Mengkuantifikasi reduksi pada amplitudo sinyal diatas ambang batas, atau perbandingan sinyal in dan out.

  • 1:1 tidak ada kompresi, sinyal output sama dengan input
  • 2:1 sinyal diatas ambang batas dikurangi setengah. Jika sinyal melebihi batas sebesar 10 dB, nilainya tereduksi menjadi 5 dB.
  • Nilai lain termasuk 3:1, 4:1, dst. Untuk nilai rasio lebih tinggi dari 10:1, kompresor bertindak seperti limiter.

Attack time
Waktu yang dibutuhkan sebelum sinyal tercompress. Attack time ini diukur menggunakan milisecond (ms). Contoh: jika attack time disetting pada angka 0ms berarti compressor akan langsung bekerja, karena tidak ada tenggang waktu sebelum sinyal tercompres, maka soundnya akan terdengar tumpul. Sebaiknya setting attack time lebih lambat agar sinyal tetap memiliki attack yang bagus atau nendang.

Release Time
Waktu yang dibutuhkan compressor untuk kembali ke keadaan tidak kompresi, tujuannya adalah memperhalus aksi compressor. Hitungan release sama seperti attack, yaitu meggunakan ms (milisecond). pengaturan release time yang salah kadang membuat audio menjadi pumping.

Hold Time
Setelah amplitudo sinyal input kembali ke bawah ambang batas, kompresor mereduksi aksinya selama waktu release hingga mencapai rasio kompresi 1:1. Waktu hold memungkinkan waktu release ditunda setelah sinyal kembali ke bawah ambang batas, sehingga kompresor tetap aktif untuk waktu yang lebih lama.

Output
Output bisa dikatakan sebagai gain. Anda dapat menggunakan output dari compressor untuk meningkatkan level volume.

Senin, 30 Juli 2012

0 Understanding Compressor (Part 2) - Bagaimana Menyetting Compressor

Belajar bagaimana menyetting compressor dengan benar tentu bukan hal yang mudah karena efek yang dihasilkan compressor tidak terlalu audible seperti misalnya equalizer, reverb, delay, dan tools pemanipulasi suara lainnya. Salah satu pendekatan menyetting compressor yang cukup ampuh untuk memahami bagaimana compressor bekerja dan bagaimana output yang dihasilkan adalah menyetting compressor secara ekstrim sehingga kita dengan jelas mendengar apa yang kitaingin dengarkan.



Langkah Pertama
Set release secepat mungkin, ratio setinggi mungkin, dan thresold hingga sinyal terasa sangat terkompres. Setelah kita mendapatkan tiga knob tersebut pada posisi yang sangat ekstrim, sekarang saatnya mengatur knob attack ke posisi yang diinginkan. Dengan setting yang ekstrim akan mempermudah kita untuk mengetahui perubahan suara yang terjadi ketika kita mengatur attack.

Selanjutnya sweep attack dari sangat cepat ke sangat lambat sambil mendengar dengan cermat perubahan suara yang terjadi. Attack yang cepat akan memotong transien sehingga suara terdengar tumpul dan attack yang lambat akan meloloskan transien. Bagaimana kamu akan menyetting attack akan sangat tergantung pada situasi dan sound yang ingin kamu dapatkan.

Yang menjadi poin penting adalah lupakan presets. Dengan banyak mendengar kamu akan semakin mendapatkan “feel” untuk mendapatkan sound yang diinginkan dengan cepat. Namun preset juga dapat menjadi starting point yang memberi kita masukan bagaimana kita menyetting compressor pada situasi tertentu, hanya saja jangan terlalu tergantung pada presets sehingga melupakan esensi penting dari mixing itu sendiri.

Poin penting lainnya adalah dengan setting yang ekstrim pada tiga knob tersebut, sound yang terdengar akan sangat parah, kamu harus mengabaikan hal itu. Setting yang ekstrim dimaksudkan agar kamu fokus pada efek dari perubahan attack time.


Langkah kedua
Setelah attack time berada pada posisi yang diinginkan, saatnya melangkah ke setting release. Sama seperti menyetting attack, dengarkan perubahan suara yang terjadi dengan cermat, lupakan perhitungan matematika (seperti mengenai berapa “seharusnya” release time sesuai dengan BPM dengan rumus tertentu or whatever) dan rasakan feel/groove nya.


Langkah ketiga
Setelah mendapatkan attack dan release, sekarang saatnya menurunkan ratio ke posisi yang kamu inginkan. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah turunkan ratio hingga kamu tidak lagi mendengar efek dari attack dan release kemudian naikan lagi sedikit hingga sound yang dihasilkan terdengar pas. Kuncinya tetap sama, dengarkan dengan cermat.


Langkah keempat
Setelah mendapatkan attack, release, dan ratio, persiapkan dirimu pada langkah terakhir yaitu thresold. Jika kamu mengikuti tutorial ini dari awal dengan baik, kemungkinan compressormu sedang bekerja setiap saat denga keras karena gain reduction yang tinggi sehingga kamu dapat mendengar dengan jelas perubahan suara yang terjadi karena setting tiga knob pertama tapi mungkin hal ini bukanlah yang kamu inginkan

Naikan thresold perlahan atau turunkan thresold perlahan sehingga sound yang dihasilkan terdengar pas, tidak over compressed tapi tidak juga kurang terkompres (depends on your wants and tastes).


Penutup
Saya berharap proses kecil ini dapat membantu “membuka” telinga kamu sehingga kamu dapat mendengar perubahan suara yang terjadi pada tiap knob dalam compressor denga jelas sehingga kamu mempunyai pegangan dalam memutuskan bagaimana kamu harus menyetting compressor untuk mendapatkan sound yang kamu inginkan. Mixing itu tentang bagaimana mendengarkan dengan cermat dan menurut saya proses ini dapat membantu mempermudah untuk mendengar dengan cermat efek yang dihasilkan dari proses compression.

Slesai juga Part II ini...

2 Understanding Compressor (part 1) - Memahami kontrol dan fitur di Compressor

        Dalam istilah audio, compressor adalah tool yang biasa digunakan untuk memperkecil dynamic range (jangkauan dinamika) dari sebuah sinyal audio. Misalnya dalam sebuah komposisi musik yang sedang kita mixing, vokal yang kita miliki sangat berdinamika, kadang pengucapan lirik terlalu pelan dan kadang pengucapan lirik terlalu kencang. Untuk memperkecil dinamika sehingga level vokal lebih stabil, kita dapat menggunakan compressor. Selain menggunakan compressor, beberapa sound engineer lebih memilih menggunakan fader secara manual, teknik ini biasa disebut level automation. Namun beberapa sound engineer memilih menggunakan compressor karena kepraktisannya untuk memperkecil dynamic range tanpa harus mengubah fader secara manual dari tiap part ke part yang lain dalam sebuah lagu. Beberapa sound engineer yang lain bahkan menggunakan compressor dan fader secara bersamaan untuk mendapatkan kontrol yang lebih maksimum.


Beberapa elemen dasar pada compressor antara lain:

Ratio
Ratio menyatakan perbandingan dB antara sinyal yang masuk compressor dan sinyal yang keluar compressor. Ratio 4:1 berarti setiap sinyal yang masuk compressor sebesar 4 dB akan direduksi sehingga sinyal yang keluar compressor tinggal sebesar 1 dB. Ratio pada compressor dapat bervariasi dari 1:1 hingga tak hingga:1. Semakin tinggi ratio berarti semakin banyak sinyal masuk compressor yang tereduksi dan dynamic range semakin kecil sehingga sinyal audio menjadi semakin stabil.

Thresold
Thresold menyatakan dB dimana compressor mulai memproses sinyal audio yang masuk. Misalnya kita menyetting Thresold pada 0dB, maka compressor baru mulai memproses sinyal audio ketika sinyal audio menyentuh 0dB. Jika sinyal audio belum menyentuh 0dB maka compressor belum bekerja. Semakin rendah thresold maka semakin cepat compressor mulai bekerja.

Gain Reduction
Gain Reduction atau disebut juga attenuation menyatakan banyaknya dB sinyal yang telah terkompres, semakin tinggi gain reduction maka semakin banyak sinyal yang terkompres. Gain reduction yang terlalu banyak akan meyebabkan sinyal menjadi over compressed dan terdengar seperti tergencet.

Attack
Attack menyatakan waktu yang dibutuhkan compressor (biasanya dalam satuan ms) untuk memproses sebuah sinyal audio. Jika kita menyetting attack time sebesar 0 ms maka tidak ada attack sama sekali karena sinyal yang masuk langsung diproses oleh compressor dan menyebabkan sound akan terdengar sangat tumpul. Jika sound terdengar tumpul setelah melalui compressor, mungkin attack time nya terlalu cepat, cobalah untuk memperlambat attack time

Release
Release menyatakan waktu dalam satuan ms yang dibutuhkan compressor (biasanya dalam satuan ms) untuk mengkompres sebelum melepaskan efek compressor untuk kemudian mengkompres kembali. Release time yang terlalu cepat akan menimbulkan efek pumping (pompa), release time yang terlalu lambat akan menyebabkan compressor tidak bekerja dengan maksimal karena sinyal akan kembali terkompres sebelum dilepas. Kombinasi antara attack dan release time sangatlah penting untuk menghasilkan karakter dinamika seperti yang diinginkan.

Gain
Gain disebut juga output, digunakan untuk mengkompensasikan gain yang tereduksi oleh proses kompresi. Misalnya kita mengkompres vokal dengan gain reduction sebesar 4 dB. Maka sinyal audio yang dihasilkan akan terdengar lebih lemah 4 dB dibanding sinyal audio sebelum dikompres. Untuk mengembalikan gainnya seperti sediakala, maka kita menaikan gain atau output sebesar 4 dB.

Bagaimana Menyetting Compressor?
Setelah mengetahui gambaran umum tentang fungsi masing-masing knob yang ada pada compressor, maka tahap selanjutnya adalah mencoba mempraktekkan teori yang telah didapat ke dalam aplikasi nyata. Namun dengan banyaknya knob yang ada, kadang membuat kita bingung darimana kita harus mulai menyetting compressor dan bagaimana.

Nantikan Understanding Compressor part 2 dimana saya akan mencoba mengupas satu teknik yang hopefully dapat membantu mempercepat learning curve kamu dalam memahami compressor


 Part II nanti menyusul,, : D

Minggu, 29 Juli 2012

0 Memilih Masterbuss Compressor

Gambar 1. Berbagai jenis masterbuss comp
 Masterbuss compressor merupakan salah satu fenomena yang unik dan menarik di dunia mixing audio. Kenapa saya sebut menarik? Karena hal ini sangat sering dilakukan oleh para mixing engineer tetapi namun kurang disukai oleh para mastering engineer, apalagi bila  setting compressor di set infinite a’la limiter dan menyisakan sangat sedikit headroom untuk mastering engineer. Dipastikan mastering engineer anda akan mencak-mencak :p.

Hasil mix yang melewati masterbuss comp akan lebih terasa excitement nya, lebih terasa groove nya, dan lebih punch nya. Tentu hal ini juga bergantung pada materi lagu, pemilihan jenis compressor, cara pemakaian dan setting compressor itu sendiri.

Hasil mix yang melewati masterbuss comp akan lebih terasa excitement nya, lebih terasa groove nya, dan lebih punch nya. Tentu hal ini juga bergantung pada materi lagu, pemilihan jenis compressor, cara pemakaian dan setting compressor itu sendiri.
 
Cara pemakaian masterbuss compressor ada 3 yang umum,

  1. Mixing melewati Masterbuss compressor. Masterbuss compressor diaktifkan sejak awal dan kita mixing thru masterbuss comp itu sendiri. Keunggulan teknik ini adalah karakter yang lebih terdengar dan attitude yang lebih pas. Perlu diperhatikan disini bahwa pemilihan compressor yang lazim dan berbeda-beda sesuai genre musik itu sendiri sangat penting. Anda tentu tidak mau mix metal anda terdengar kempes di frekuensi lo mid!
  2. Masterbuss compressor di akhir. Hasilnya biasanya lebih transparan dan lebih fokus terhadap kontrol dinamik hasil mix. Yang perlu diperhatikan adalah ketika kita memasang masterbuss comp, maka seluruh track akan melewati compressor dan bisa saja merubah balance yang ada
  3. Tanpa masterbuss compressor sama sekali.
Gambar 2. Manley Vari-mu. Compressor wajib untuk genre pop
Pemilihan jenis dan setting masterbuss compressor pun berbeda-beda tiap genre. Lazimnya jenis compressor yang dipilih adalah jenis VCA atau optic. Tidak selalu seperti ini namun biasanya saya mulai dari sini untuk selanjutnya tweaking lebih dalam sesuai lagu
  • Untuk jenis musik Funk, biasanya yang ingin ditonjolkan adalah bass dan drum. Maka perlu setting attack yang slow, release yang fast dan ratio yang moderate untuk mengekspose groove dari musik tersebut. Bisa dimulai dari Attack 30ms, release 0.1 – 1ms tergantung tempo dengan ratio 2:1. Jaga Gain reduction sekitar 2-3 db
  • Untuk jenis musik Rock, biasanya ingin ditonjolkan adalah glue dan wide. Maka pilihlah  compressor yang tidak menyempitkan lapang stereo anda. A 30-10ms R0.1-1ms atau auto release. Fitur sidechain sendiri sangat berguna untuk mengeluarkan frekuensi sub agar kick yang menderu tidak menganggu balance keseluruhan track. Jaga gain reduction tidak lebih dari 3 db
  • Untuk jenis musik Dance, yang ingin dicapai biasanya gain maksimal dan punch. Pilih compressor dengan karakter transparan dan punch. A 30ms R0.1ms dengan gain reduction sampai 5 db. Fitur parallel compression akan sangat berguna dalam menjaga agar compression bisa maksimal dengan less artifact
  • Untuk pop biasanya ingin dicapai adalah glue dan enhance. Pilih biasanya jenis compressor tube dengan karakter smooth. A 30-10ms R 1-2 ms atau auto release. Gain Reduction 1-2db
Pemakaian Masterbuss compressor sendiri jangan diandalkan untuk mendapatkan balance, karakter ,dan glue. Balance dan glue harus dimulai sejak compression setiap channel dilakukan, masterbuss comp hanya sebagai topping agar dinamika dan karakter lagu “keluar” dengan sempurna.

 

Viruz Legowo Profesional Audio Mixing Copyright © 2012 - |- Template Modified by A.M - |- Powered by Komunitas Blogger Madura